JURAGANCASINO.COM Allegri Siap Mundur? – AC Milan menutup musim dengan krisis, Massimilano Allegri belum mau membahas masa depannya di kursi pelatih.
Dari status kandidat juara Serie A, Luka Modric dkk malah tercecer ke luar zona empat besar.
Kondisi kolapsnya AC Milan mengenaskan karena justru terjadi ketika memasuki etape terakhir kompetisi.
Sejak menginjak periode April, rapor tim asuhan Massimiliano Allegri benar-benar kebakaran.
Milan melalui delapan pertandingan di liga hanya dengan mengemas 7 poin dari maksimal 24 angka tersedia, tak sampai sepertiganya.
Dari delapan partai itu, lima pertandingan berujung dengan kekalahan. Hasil minor terbaru di San Siro, Minggu (24/5/2026), menjadi titik terendahnya.
Rossoneri di pecundangi Cagliari 1-2 walaupun sempat memimpin duluan lewat gol cepat Alexis Saelemaekers.
Di tempat lain, Como menggilas Cremonese dan Roma menghajar Verona. Dua tim itulah yang melompat ke zona empat besar dan meraih tiket Liga Champions.
Dari kandidat juara Liga Italia, kini AC Milan bahkan tak sanggup masuk urutan empat terbaik dan harus puas sekadar merebut tiket Liga Europa.
Fan meletup. Suara cemoohan datang dari pendukung mereka sendiri di tribun San Siro. Tiga pihak menjadi target, yakni pemain, pelatih, hingga jajaran petinggi klub.
Selaku salah satu pihak yang di anggap bertanggung jawab atas kegagalan Milan musim ini, Allegri memaklumi kemarahan fan.
“Sulit di jelaskan. Sekarang saya tak bisa menemukan alasan dari kegagalan ini,” ucap Allegri, di kutip JuraganCasino.com dari Tuttomercatoweb.
“Saya adalah pihak yang harus bertanggung jawab. Kami melakukan kesalahan, saya membuat kesalahan.”
“Saat ini saya kecewa dan marah. Kami gagal ke Liga Champions. Tidak ada yang menyangka kami akan kalah seperti itu.”
“Sayangnya, dalam sepak bola kami harus menerima fakta di lapangan dengan rasa getir yang hebat,” tuturnya.
Lantas, akankah Max Allegri bersiap mundur dari kursi pelatih jika tuntutan fan memecatnya semakin besar?
Rumor kepergian Allegri dari San Siro memang kencang seiring kabar peluangnya menduduki kursi pelatih timnas Italia yang masih lowong.
AC Milan Kolaps dan Gagal ke Liga Champions
Di tambah kegagalan bersama klub di akhir musim dan gencarnya tuntutan revolusi besar-besaran dari suporter, posisinya semakin d ipertanyakan.
Namun, dengan kontrak kerja yang masih tersisa setahun lagi di Milan, diri nya belum mau memutuskan masa depan dalam waktu dekat.
Semua keputusan tersebut harus melalui proses evaluasi mendalam bersama klub.
“Saya tidak tahu (soal masa depan). Saat ini pikiran saya hanya tertuju pada hasil yang tidak kami raih,” ucap pria 58 tahun yang pernah membawa Milan juara Serie A 2010-2011.
“Kami harus mengevaluasi kinerja tim sepanjang musim ini. Kesalahan terjadi di semua tingkatan, tapi saat ini sama sekali tidak ada gunanya membicarakan itu.”
“Anak-anak telah memberikan segalanya. Saya sama sekali tidak bisa menyalahkan para pemain.”
“Kami sudah melakukan segala upaya untuk lolos ke Liga Champions. Kami kekurangan energi secara mental.”
“Justru saya berterima kasih kepada mereka karena selalu bermain dengan sepenuh hati dan jiwa. Peringkat ini adalah apa yang pantas kami dapatkan,” katanya.